Rabu, H / 03 Juni 2020

Helen Keller, Penyandang Tunanetra & Tunarungu Pertama yang Raih Gelar Sarjana (1)

Sabtu 11 Jan 2020 08:24 WIB

Author :Ida S. Widayanti

Helen Keller mampu buktikan kelebihan yang dipunya dibalik keterbatasannya

Foto: Wikipedia

ESQNews.id, JAKARTA - Seorang gadis kecil tak bisa melihat maupun mendengar. Baginya, dunia begitu sunyi dan tanpa warna. Kedua indera yang sangat penting bagi kehidupan manusia tersebut lenyap di usia balitanya oleh sebuah penyakit. 

Walaupun mulutnya mampu mengeluarkan suara, ia tak mampu berbicara. Isyarat yang ia gunakan sering kali tak memadai sehingga orang di sekitar sulit memahami keinginannya. Kegagalan mengomunikasikan perasaan dan keinginannya kerap menimbulkan ledakan kemarahan dan amukan.

<more>

“Aku merasa seolah-olah tangan-tangan tak terlihat sedang mencengkeramku, dan ku lakukan usaha ‘gila-gilaan’ untuk membebaskan diri,” ujarnya. Kedua orangtuanya sangat sedih. Mereka tak dapat berbuat apa-apa karena rumah mereka terpencil, jauh dari sekolah untuk tunanetra dan tunarungu.

Akhirnya seorang guru tiba, membimbing dan menuntunnya. Awalnya tak mudah. Suatu kali, ia merasa kesulitan mempelajari kata water. Ia lalu membanting bonekanya yang masih baru hingga hancur menjadi pecahan kecil. Ia merasa senang ketika gurunya menyapu pecahan boneka tersebut.

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA