Sabtu, H / 11 Juli 2020

Garuda Indonesia Ganti Direktur Utama

Kamis 13 Sep 2018 09:24 WIB

AA

Garuda Indonesia

Foto: www.garuda-indonesia.com

I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra menggantikan Pahala Mansury sebagai direktur utama


ESQNews.id, JAKARTA - Maskapai penerbangan pelat merah Garuda Indonesia mengumumkan nama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra sebagai pengganti Pahala Mansury, yang menduduki kursi direktur utama sejak April 2017.


Pergantian posisi tersebut diumumkan saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk di Auditorium Gedung Manajemen Garuda City Center, Cengkareng, Rabu (12/9).

RUPSLB saat itu dihadiri atau diwakili oleh pemegang 223.202.122.369 lembar saham atau 89.6 persen dari keseluruhan pemegang saham Garuda Indonesia.


"RUPSLB 2018 hari ini menyetujui penunjukan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra sebagai direktur utama Garuda Indonesia yang baru, menggantikan Pahala N. Mansury yang menjabat sejak April 2017. RUPSLB 2018 ini juga memberhentikan dengan hormat Pahala N. Mansury sebagai direktur utama," sebut VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Hengki Heriandono, dalam keterangan resminya.


Selain penggantian pemangku kursi pimpinan, RUPSLB Garuda Indonesia kali ini juga memberhentikan dengan hormat Jusman Sfafi’i Djamal sebagai komisaris utama dan menunjuk Agus Santoso penggantinya.


Dalam RUPSLB tersebut, Garuda juga mengumumkan laporan kinerja perseroan semester I tahun 2018. Pada H1 (First Half) 2018 GIAA berhasil membukukan operating revenue sebesar USD1,9 miliar dengan pertumbuhan sebesar 5,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni sebesar USD1,8 miliar.


Jumlah passenger carried yang diangkut oleh Garuda selama periode paruh pertama 2018 naik sebesar 8,3 persen, dengan angkutan penumpang sebanyak 18,7 juta penumpang dan kargo meningkat sebesar 2,7 persen menjadi 225 ribu ton.


Untuk On Time Performance (OTP) atau ketepatan waktu penerbangan, imbuh dia, Garuda Indonesia mencatat capaian hingga 89 persen atau meningkat dibandingkan catatan capaian OTP pada periode yang sama di tahun lalu sebesar 85,8 persen.


Hal tersebut, ujar dia, turut diikuti juga oleh peningkatan aircraft utilization (rata-rata pesawat mengudara dalam periode 24 jam) dari 9:26 jam menjadi 9:40 jam.

Pertumbuhan positif pada H1-2018 ini ditunjang oleh capaian peningkatan pendapatan anak usaha (subsidiaries & strategic business unit) sebesar 28.4 persen.


"Selain itu, perseroan juga secara konsisten terus meningkatkan capaian pendapatan kargo," tukas Hengki, merinci besarnya peningkatan pendapatan kargo pada H1/2018 sebesar 7,6 persen menjadi USD124,5 juta.


Pada H1/2018 GIAA juga mencatatkan peningkatkan pendapatan ancillary revenue sebesar 27,5 persen menjadi USD 46,3 juta dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.


Sementara itu dalam memaksimalkan potensi pasar low cost carrier (LCC), GIAA menyebut, Citilink berhasil mencatatkan pertumbuhan penumpang hingga 25,6 persen menjadi 7 juta penumpang pada H1/2018, meningkat cukup signifikan dari angkutan penumpang pada H1/2017 sebesar 5,6 juta penumpang.


Sepanjang H1/2018 GIAA juga mengembangkan jaringan penerbangan dengan membuka sejumlah rute baru yang diantaranya adalah rute Denpasar-Xi’an, Denpasar-Zhengzhou, Makassar-Palembang, Jakarta-Sorong hingga Mumbai-Denpasar.


"Dengan demikian saat ini Garuda Indonesia melayani penerbangan ke lebih dari 90 destinasi terdiri dari 22 destinasi internasional dan 68 destinasi domestik," sebut dia.​

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA