Rabu, H / 24 Oktober 2018

ESQ Berikan Penghargaan Untuk Para Tokoh Alumni

Selasa 15 May 2018 13:15 WIB

Rep:Gita Siti Fauzia/Ed:Gita Siti Fauzia

ESQ Award 2018

Foto: ESQ Media

ESQNews.id, JAKARTA


Malam puncak rangkaian Milad ESQ ke-18 memberikan kenangan dan kebahagiaan tersendiri bagi tamu undangan yang hadir, khususnya bagi penerima ESQ Award 2018. 

Acara yang dihadiri kurang lebih 600 orang tersebut diselenggarakan di Granada Ballroom, Menara 165. Berbagai tamu undangan tampak hadir seperti Dirut Bank BUMN, Menteri aktif dan tidak aktif, Pimpinan lembaga negara, Pimpinan lembaga Legislatif, Tokoh masyarakat, Alim Ulama, Pimpinan Lembaga Pendidikan dan juga Artis alumni ESQ pada Minggu (13/5).

Malam penganugerahan ESQ AWARD 2018 merupakan sebagian rasa syukur dari perjalanan perjuangan para tokoh dan alumni dalam menyebarkan nilai-nilai 165 ke berbagai wilayah dan mancanegara. ESQ 165 Award 2018 ditujukan untuk tokoh berdedikasi bagi pengembangan karakter bangsa dan pembangunan Negara.

Penghargaan pertama adalah ESQ Appreciation on Alumnae Achievement. Penghargaan ini diberikan kepada 8 tokoh alumni yang dapat memberikan kontribusi secara nyata di tingkat nasional. Mereka yang mendapatkan penghargaan diantaranya adalah



ESQ Appreciation on Alumnae Achievement

1. Lina Liputri, alumni ESQ yang membangun sekolah-sekolah di wilayah perbatasan termasuk di Papua dan juga Pengusaha kosmetik L'Essentials.

2. Dr. Ir. Tarmidzi Abdul Karim, Peristiwa perdamaian menjembatani kerjanya dialog-dialog antara hidup dan mati. Pada saat Tsunami 2014 mendapat amanah sebagai ketua dan koordinator mengumpulkan jenazah-jenazah dan mengadakan training ESQ di Aceh.

3. Johari Zen, CEO JNE, Peduli anak yatim dan dhuafa walau saat itu krisis dan mengalami PHK

4. H. Herman Nawas, Ketua Yayasan UPI YPTK Padang, mewajibkan 12 Budi Utama di Universitas tempatnya mengajar di Provinsi Sumatera Barat.

5. Prof. Dr. Rochman Wahab, Mantan Rektor UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), sosok yang tinggi ilmu dan tinggi pengetahuan agama. Rektor di Universitas Negeri Yogyakarta 2 kali berturut-turut juga mengkampanyekan  seluruh toilet jangan menghadap kiblat. 

6. Prof. DR. Ravik Karsidi, Rektor UNS (Universitas Negeri Solo), yang mewajibkan mahasiswa baru ikut training ESQ.

7. Kombes Pol Arif Rachman, S.I.K, MTCP , Tokoh yang berada dibalik mengumpulkan pasukan polri tanpa senjata. Kombes Arif dinilai mampu mengaplikasikan nilai - nilai ESQ 165 dalam giat kepolisian seperti dalam penanganan aksi unjuk rasa pada aksi 212 tahun 2016 yaitu sebagai Komandan Pasukan Asmaul Husna. Pasukan Ini menghadapi unjuk rasa bukan dengan senjata api akan tetapi dengan lantunan doa Asmaul Husna sehingga mampu mendinginkan aksi jutaan umat tersebut, suasana menjadi aman, damai dan tertib.

8. Bundo Rosni Djusman, meskipun di usia 98 tahun masih tetap energik dan juga Ibu pejuang luar biasa termasuk dalam pelaksanaan training ESQ. Beliau juga motivator bagi suami tercinta, Opa Djusman. 



Selain 8 penghargaan untuk alumni ESQ, ada juga satu penghargaan khusus yaitu Outstanding Achievement on Development of Indonesia Tourism yang diberikan kepada Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pariwisata Republik Indonesia.

"Terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan Pariwisata di Indonesia. Terima kasih kepada ESQ yang sudah menyiapkan lebih dari 1.000 SDM Kemenpar untuk mengikuti ESQ Revolusi Mental yang telah dimulai sejak tahun 2015. Pada tahun 2018, Kemenpar akan mengirimkan 1.000 pegawai dan mahasiswa untuk mengikuti program “The Amazing You”," ujar Menpar Arief Yahya dalam sambutannya.

Menurut Arief Yahya, ESQ sukses menerapkan 4R (Ruh, Rasa, Rasio, Raga). Dengan rahasia sukses Harmoni 4R : Lead by Heart, Manage by Head. "Hasil yang luar biasa dapat dicapai dengan cara yang tidak biasa. ESQ itu unggul pada Olah Ruh dan Olah Rasa," cetusnya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan performansi pariwisata Indonesia. Dikatakannya, The Telegraph telah menetapkan Indonesia sebagai “Top-20 Fastest Growing Tourism Industry in the World”. Kunjungan Wisman ke Indonesia tumbuh 22%, 3 kali lipat dibanding rata-rata pertumbuhan dunia (6%), dan regional Asia Tenggara (7%).

"Di tahun 2018, Indonesia mengalami kenaikan peringkat, menempati posisi kedua dalam Global Moslem Travel Index. Sebelumnya di tahun 2015 (ranking 6), 2016 (ranking 4), 2017 (ranking 3)," paparnya.

Acara ESQ Award 2018 pada minggu malam juga dimeriahkan dengan penampilan dari Dwiki Dharmawan dan istri, Ita Purnamasari, Violinist Fakhri, Marshanada, dan Rahmi Amalia.

Selain 2 penghargaan sebelumnya, ESQ juga memberikan penghargaan kepada tokoh bangsa yang sudah banyak membantu perjuangan ESQ dari awal hingga mencapai umur 18 tahun ini. Penghargaan Lifetime Achievement dari ESQ Award 2018 ini diberikan kepada 8 tokoh bangsa diantaranya  



ESQ Award 2018 - Lifetime Achievement :


1. KH Habib Adnan, 1917-2009.


2. KH Hasyim Muzadi, 1944-2017.


3. H. Abdul Rohim Agustjik, 1937-2013.


4. Robby Djohan, 1938-2016.


5. Prof. Sugeng Mardiyono, Ph.D , 1950-2008.


6. Prof. Ir. Surna Tjahja Djajadiningrat, 1944-2014.


7. Prof. Dr. H. Priyatna Abdurrasyid, SH, Ph.D, FCBArb C.IISL D.IAA Fell BIS LAA , 1930 - 2015.


8. Adi Sasono, 1949-2016.


Selain itu, ESQ juga memberikan 2 penghargaan utama dan tertinggi kepada 2 tokoh alumni ESQ yang berprestasi dan sukses menerapkan 7 budi utama dalam bidangnya masing-masing. Awards ini diberikan kepada Dwiki Dharmawan dan Nurhayati Subakat.



Melalui musik, Dwiki mengenalkan Indonesia sekaligus menyebarkan prinsip 165 dan 7 budi utama yang ada kaitannya juga dengan musik.



CEO Wardah, Nurhayati Subakat melalui kontribusinya sebagai pengusaha wanita yang berpegang teguh pada tujuh budi utama dinilai pantas menjadi role model ESQ dalam nilai-nilai tujuh budi utama.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA