Sabtu, H / 11 Juli 2020

BPS: Impor Indonesia capai USD14,6 miliar di September 2018

Selasa 16 Oct 2018 08:42 WIB

AA

Kegiatan ekspor impor di pelabuhan

Foto: google image

Impor nonmigas untuk September mencapai USD12,32 miliar atau turun 10,52 persen dibanding Agustus


ESQNews.id, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada September 2018 mencapai USD14,6 miliar atau turun 13,18 persen dibanding Agustus 2018.


Sebaliknya, kata Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti, jika dibandingkan September 2017 impor mengalami kenaikan 14,18 persen.


Impor nonmigas untuk September mencapai USD12,32 miliar atau turun 10,52 persen dibanding Agustus, namun meningkat 13,54 persen dibanding September tahun lalu, ujar dia.


Menurut Yunita, impor migas pada September mencapai USD2,28 miliar atau turun 25,20 persen dibanding Agustus, tetapi meningkat 17,75 persen dibanding September 2017.


Yunita menjabarkan penurunan impor nonmigas terbesar September dibanding Agustus adalah golongan mesin atau peralatan listrik senilai USD259,5 juta sedangkan peningkatan terbesar adalah golongan buah-buahan sebesar USD42,2 juta.


BPS mencatat tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–September 2018 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai USD32,48 miliar (27,83 persen), Jepang USD13,31 miliar (11,40 persen), dan Thailand USD8,21 miliar (7,03 persen).


“Impor nonmigas dari ASEAN 20,42 persen, sementara dari Uni Eropa 9,11 persen,” tutur Yunita.


BPS menyatakan nilai impor kumulatif periode Januari-September 2018 adalah USD138.768,4 juta atau meningkat 23,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Peningkatan terjadi pada impor migas dan nonmigas masing-masing USD4.705,8 juta atau 27,14 persen dan USD21.544,2 juta atau 22,64 persen, kata Yunita.  


Peningkatan ini, kata dia, disebabkan oleh naiknya impor seluruh komponen migas yaitu minyak mentah hingga USD2.004,8 juta atau 40,51 persen, hasil minyak sebesar USD2.360 juta (22,53 persen) dan gas sebesar USD341,0 juta atau 17,80 persen.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA