Minggu, H / 21 Oktober 2018

BNPB : H+7, Korban Tewas Gempa Sulawesi Tengah Mencapai 1424 Orang

Kamis 04 Oct 2018 16:28 WIB

Rep:AA/Ed:Titin Nuryani L Wiyono

Evakuasi korban gempa sulteng

Foto: Antara/BNPB

Tim evakuasi gabungan mengerahkan 25 unit eskavator untuk mencari korban dan membersihkan puing bangunan.


ESQNews.id, JAKARTA – Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengatakan hingga Kamis (4/10/2018) korban tewas akiabt gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah bertambah menjadi 1.424 orang.


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan sebagian besar korban tewas itu berada di Kota Palu, sebanyak 1.203 orang. Lainnya berada di Kabupaten Donggala 144 orang, Kabupaten Sigi 64 orang, Kabupaten Parigi Moutong 12 orang dan 1 orang di Pasangkayu, Sulawesi Barat.


“Sebagian besar jenazah itu dimakamkan sudah secara massal di TPU Paboya, Kota Palu,” kata Sutopo, Kamis, di Jakarta.

Selain di Kota Palu, lanjut Sutopo, jenazah juga dimakamkan di Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong.


Baca juga : Ribuan Personel Polisi Diterjunkan Amankan Lokasi Gempa


Sutopo menambahkan, seluruh korban tewas yang tercatat kemarin, 1.407 orang, sudah dimakamkan.

BNPB juga mencatat terdapat 2.549 orang terluka. Sebagian besar dirawat di luar Kota Palu, di antaranya di Makassar, Sulawesi Selatan.

Selain itu, kata Sutopo, terdapat 113 orang hilang, juga 152 orang tertimbun.


Jumlah ini, tambah Sutopo, merupakan catatan sementara. Tim evakuasi gabungan terus menyisir lokasi dan kemungkinan besar jumlah korban bertambah.

Sutopo menuturkan jika proses evakuasi terkendala dengan wilayah terdampak gempa yang luas.


Saat ini, ujar Sutopo, tim evakuasi gabungan telah mengerahkan 25 unit eskavator untuk membantu mencari korban dan membersihkan puing bangunan.

Selain itu, lanjut Sutopo, 21 eskavator dalam perjalanan menuju Sulawesi Tengah. Alat berat itu berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia, TNI dan swasta.


Dapatkan Update Berita

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA