Senin, H / 26 Oktober 2020

Berguru di Era Digital

Senin 25 Nov 2019 08:34 WIB

Ida S. Widayanti

Ilustrasi Kegiatan Belajar

Foto: Tami


Berguru di Era Digital

Oleh: Ida S. Widayanti*


Syahdan, seorang murid begitu ingin belajar memanah pada seorang guru ternama. Namun sayang, karena terikat sebuah sumpah sang guru tidak bisa menerima murid yang sangat berbakat tersebut. Dengan rasa sedih sang murid kembali ke hutan sepi tempat ia mengasah segala keahliannya dalam bertarung.

Rasa cinta yang besar pada guru, diiringi rasa pedih karena tertolak, berpadu dengan semangat belajar yang tinggi membuat sang murid tergerak untuk melakukan sesuatu. Ia tak hilang akal, selama berhari-hari dibuatnya patung sang guru dengan suka cita. 

Di hadapan patung sang guru, si murid melakukan dialog imajiner. Dengan hidmatnya ia belajar, seakan ia sedang benar-benar  berguru. Ia menyimak setiap nasihatnya, melaksanakan semua arahannya, dan menempa dirinya dengan berlatih keras. Singkat cerita, sang murid pun menguasai berbagai ilmu yang dimiliki sang guru.

Kisah di atas dinukil dari cerita pewayangan. Sang murid bernama Bambang Ekalaya dan sang guru bernama Durna. Karena rasa hormat pada sang guru dan ketekunannya berlatih membuat Bambang Ekalaya kemudian mampu mengalahkan murid resmi guru Durna yang tersohor dan dikenal sebagai Ksatria Tanpa Cacat,  Arjuna. 

<more>

Kisah di atas, meski bersumber dari cerita pewayangan dapat menjadi cermin tentang bagaimana pentingnya hasrat belajar. Semangat yang tinggi dapat mengalahkan apapun kendala yang dihadapi dalam meraih impian dan kesuksesan.

Di ERA DIGITAL segala kendala untuk belajar dapat diatasi dengan berlimpahnya sumber baik dalam versi lisan, tulisan, bahkan gambar hidup. Dengan ujung jari, kita dapat belajar pada begitu banyak guru seakan berjumpa langsung. Tanpa harus susah payah menemuinya atau membuat patung terlebih  dahulu yang memerlukan waktu beberapa lama sebagaimana Bambang Ekalaya. Berbagai sumber dapat kita akses dengan sangat murah tanpa upaya yang berarti.

Satu hal bahwa di dalam kelimpahan sumber belajar, sangat penting bagi kita untuk mampu MEMILIH dan MENGONTROL diri. Di dalam dunia digital sumber informasi sehat bergizi dan 'sampah beracun' keduanya sangat mudah didapat hanya berbatas sekat teramat tipis dan rapuh. Ketika kita salah memilih kanal maka kita dapat tersesat di dalam labirinnya.

Pembaca sekalian... bertepatan dengan Milad ESQ ke 18, menyadari pentingnya Media Digital kami meluncurkan ESQNews.id. Portal berita ini tak hanya menjadi media belajar dan sumber informasi sehat dan positif, namun juga akan menjadi tali yang akan menguntai ikatan silaturahim di antara almuni ESQ yang tersebar di seluruh Indonesia dan mancanegara. Tak hanya untuk  kalangan alumni ESQ, portal ini pun akan menjadi media bagi siapapun yang peduli dengan  karakter bangsa... 

 Selamat belajar, berbagi, dan berkolaborasi... 


*Pemimpin Redaksi ESQNews.id


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA