Kamis, H / 25 Februari 2021

Arti Kontrak dan Cara Pembuatannya

Rabu 23 Oct 2019 15:10 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

165 Suite kolaborasi dengan KontrakHukum.com, Dipandu oleh Grace Monika Ramli, S.H, M.H, selaku Chief Legal Officer of Kontrak Hukum.

Foto: ESQ Media

ESQNews.id, JAKARTA - Grace Monika Ramli, S.H, M.H, selaku Chief Legal Officer of Kontrak Hukum lanjut membahas perbedaan Contract dengan MOU. MOU kepanjangan dari Memorandum Of Understanding.


Merupakan persetujuan prinsip yang dituangkan secara tertulis sebagai pendahuluan kerjasama. Namun belum melahirkan suatu hubungan Hukum, dan tidak ada akibat hukum yang timbul. Contoh dokumen seperti: SPK (Surat Persetujuan Kerjasama), Letter of intent dan Purchase Order.


MOU: Berupa pendahuluan, memuat hal-hal yang prinsip, bersifat sementara, tidak ada hubungan hukum, yang timbul hanya ikatan moral.


Contract: Sudah ada hubungan hukum mengikat para pihak, memuat ketentuan secara detail, memiliki jangka waktu tertentu, memiliki akibat hukum tertentu jika tidak melakukan sebagian/seluruh ketentuan kontrak.


Membaca kontrak harus terpaku kepada 5 W 1 H:

Who: Dibuat antara SIAPA, harus cakap menurut Hukum. Misal, benar tidak ditujukan kepada direktur utama?

Why: TUJUAN Kerjasama yang akan dilakukan (investasi, kerjasama biasa, distributor, pendiri, hutang piutang dll) jenis kontraknya misal buat start-up.

What: APA yang diperjanjikan, tidak boleh bertentangan dengan Undang-Undang. Harus jelas maksud dan tujuan, misalnya kerja sama pembangunan jalan tol itu dimana, luasnya berapa, atas nama siapa?

When: Periode waktu kerjasama, diperpanjang.

Where: Lokasi pelaksanaan kontrak.

How: Bagaimana kontrak bisa terlaksana dan mengikat (hak dan kewajiban, imbalan jasa, ganti rugi, wanprestasi dan lainnya).


<more>


"Harus memperhatikan pasal-pasal yang terkait, diteliti, fokus, jika ada yang kurang dipahami bisa tanya, ini menyangkut kontrak Anda sekalian," papar Grace. Pasal-pasal yang terkait di dalam kontrak mencakup: definisi, hak dan kewajiban, imbalan jasa atau bagi hasil, pernyataan dan jaminan, larangan persaingan, ganti rugi, jangka waktu, keadaan kahar (Force Majeure), hukum yang berlaku, penyelesaian perselisihan.


Alur pembuatan kontrak (common practice):

Step 1: Mencari kantor pengacara

Step 2: Pembuatan draft kontrak

Step 3: Review dan revisi draft kontrak

Step 4: Proses tanda tangan

Step 5: Dokumen asli kontrak diterima

Step 6: Archiving dan reporting


Untuk info lebih lanjut bisa klik di kontrakhukum.com. Sebagai landasan hukum kontrak pada suatu bisnis start up atau pengusaha kecil dan menengah. Memberikan perlindungan kepada pengusaha kecil menengah dan start up. Seperti web / aplikasi untuk mengurus legal (perizinan) dari A - Z.

. Daftarkan akun Anda secara gratis di www.kontrakhukum.com

. Pilih layanan yang Anda inginkan dan lengkapi Form Data yang sesuai

. Dapatkan hasil layanan yang cepat, terjangkau, dan berkualitas

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA