Sabtu, H / 04 April 2020

Anggarkan Rp40 miliar, Bluebird luncurkan Taksi Listrik

Selasa 23 Apr 2019 10:04 WIB

Reporter :AA

Mobil listrik Bluebird

Foto: jpnn

Dana tersebut berasal dari anggaran litbang untuk membeli mobil listrik dan pengadaan 12 stasiun pengisian listrik

 

ESQNews.id, JAKARTA – Perusahaan taksi Bluebird mengalokasikan dana hingga Rp40 miliar untuk pengadaan kendaraan taksi berbahan bakar listrik beserta fasilitas pengisian listriknya. 


Direktur PT Bluebird Adrianto Djokosoetono mengatakan dana tersebut berasal dari anggaran penelitian dan pengembangan untuk membeli 25 unit mobil listrik BYD e6 A/T asal China dan 4 unit Tesla Model X 75D A/T dari Inggris.


“Dana tersebut termasuk juga untuk 12 stasiun pengisian listrik yang tersedia di kantor Bluebird di Mampang,” jelas Adrianto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/4/2019).


Menurut dia, stasiun pengisian listrik juga akan ditambah 2 hingga 3 unit lagi di kantor Mampang untuk bisa dipergunakan oleh kendaraan listrik pribadi dari pabrikan mana pun. Stasiun pengisian listrik yang tersedia memiliki kapasitas cukup besar yakni 40 kwh untuk pengisian daya 1 hingga 2 jam.


Adrianto menjelaskan alasan pemilihan mobil listrik BYD dan Tesla karena sudah teruji di luar negeri sebagai kendaraan umum. Dia mengakui pengadaan kendaraan listrik sebagai armada taksi ini belum fisibel karena memiliki harga hingga 5 kali lipat dari kendaraan bahan bakar bensin serta biaya perawatan yang lebih besar.


Oleh karena itu, dilansir dari Anadolu Agency Adrianto mengatakan sedang melakukan pembicaraan dengan pabrikan mobil listrik untuk membuat spesifikasi mobil yang feasible dengan market Indonesia sehingga bisa mendorong lebih banyak penggunaan kendaraan listrik sebagai armada taksi.


“Kalau fisibilitasnya sudah sesuai, penumpang tidak perlu membayar jauh lebih tinggi sehingga kompensasi biaya listrik yang lebih murah dari bensin bisa menutupi biaya operasional,” urai Adrianto.


Dia mengatakan kendaraan listrik yang sudah ada pada tahap pertama ini merupakan katalisator untuk melakukan penghitungan yang lebih rinci terkait biaya operasional, perawatan, kapasitas, dan ruang lingkup lainnya. Hingga 2025 Bluebird menargetkan untuk bisa mengoperasikan 2000 kendaraan listrik sebagai taksi.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA