Selasa, H / 04 Agustus 2020

Alasan Ary Ginanjar Agustian ke Jepang, Ingin Perbaiki 3 Hal Ini!

Selasa 14 Jan 2020 15:15 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ary Ginanjar Agustian sang Founder Menara 165

Foto: Instagram @ary.ginanjar

ESQNews.id, JAKARTA - Banyak orang yang sibuk untuk bekerja, berkarir kemudian berbisnis sampai lupa dengan keluarganya. Tiba-tiba anak-anaknya sudah besar, dan ia kehilangan masa.


Dan banyak orang yang terus sibuk bekerja pagi, siang, sore, malam. Tapi akhirnya kecapaian dan bosan. Sehingga, kehilangan tenaga. Juga orang-orang yang sibuk belajar, tapi akhirnya bosan dengan apa yang dipelajari karena monoton dan itu-itu saja.


Itulah sebabnya Ary Ginanjar Agustian, ingin memperbaiki 3 hal dengan pergi ke Jepang. Bersama dengan anak-anak dan keluarganya.


“Pertama saya tidak ingin terjebak dengan kesibukkan saya. Sehingga saya tidak punya watu bersama-sama. Yang kedua kesibukkan di pagi, siang, sore dan malam dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun boleh jadi dibilang hampir monoton. Training dari satu kelas ke kelas lain. Maka dari itu, perlu adanya istirahat,” tutur Penulis Buku Best Seller ESQ, Ary Ginanjar Agustian.


<more>


Tiga hal sederhana yang membuat kita merasa monoton dan kehabisan energi:


  1. Kerja tanpa spasi, sampai lupa memelihara diri dan lupa pada ilahi.

  2. Belajar secara monoton, merasa sudah cukup sampai tidak mau lagi tambah ilmu untuk tingkatkan diri.

  3. Lupa keluarga, sampai-sampai kita dipanggil Om atau Tante oleh anak kita sendiri.


“Tidak harus pergi keluar negeri, paling tidak kita sadari bahwa hidup harus punya misi dan arti, namun tetap harus bisa dinikmati agar kita tidak kehabisan energi,” tutupnya.


Ibaratnya, jika dalam buku ada spasi, paragraph. Inilah cara Ary untuk berhenti sejenak supaya bisa membuat paragraph baru dalam kehidupan.




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA