Kamis, H / 25 Februari 2021

Agar Mudik Lebih Bermakna, Gunakan Adab-adab Perjalanan

Selasa 28 May 2019 09:20 WIB

Author :Ida S. Widayanti

Ilustrasi

Foto: Freepik

ESQNews.id, JAKARTA – Mudik menjadi tradisi setiap Hari Raya Idul Fitri akan tiba, khususya bagi yang beragama Muslim. Lebaran sudah ditetapkan pada 5 Juni 2019. Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari, orang-orang sibuk dengan persiapan mudik mulai dari pakaian, oleh-oleh, THR, kendaraan atau tiket perjalanan dengan transportasi dan lain sebagainya.


Perjalanan ada yang ditempuh sangat jauh, jauh bahkan dekat tergantung wilayah yang dituju. Entah itu melalui perjalanan laut, darat atau udara sekali pun. Perjalanan pun kerap membawa manusia pada perenungan panjang. Ketika seseorang melangkah keluar dari domainnya ia tak hanya merambah wilayah baru,  namun juga dapat mengenali batas-batas kedalaman dirinya;  tak saja mampu menghadirkan sensasi kekaguman namun juga  kearifan.


Kita sebagai manusia adalah makhluk yang senang melakukanan perjalanan. Tak hanya menjelajahi seputar kulitnya, namun merangsek ke perut bumi, menyelam ke dasar lautan, bahkan melesat ke luar angkasa. Dengan melakukan perjalanan manusia tak hanya makin menyadari keagungan Sang Pemilik Semesta, namun makin menyadari adanya keragaman dalam begitu banyak hal.


Peristiwa monumental dalam sejarah manusia berkaitan dengan aktivitas perjalanan. Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan Nabi Muhammad adalah pembangun peradaban yang diawali sebuah perjalanan yaitu hijrah. Dalam ajaran Islam, perjalanan merupakan momen penting, bahkan dianjurkan. Karena itu dalam melakukan perjalanan ada rambu-rambu yang harus dijaga dan ada beberapa adab yang menyertainya.


Saat melakukan perjalanan jauh, banyak hal tak terduga yang bisa terjadi. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan menimpa diri kita. Akankah kita pulang dengan selamat, semuanya merupakan misteri kehidupan. Perjalanan dengan menggunakan kendaraan apapun baik melalui darat, laut, maupun udara, memiliki risiko-risiko tersendiri karena itu dianjurkan  untuk memohon ampunan Allah dari segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat.


Hal lain yang disunahkan adalah melakukan shalat istikharah menjelang keberangkatan perjalanan, bahkan sebelumnya yaitu saat merencanakan perjalanan. Dengan membaca doa istikharah niscaya hati akan mendapatkan ketenangan serta petunjuk dalam mengambil setiap langkah dan keputusan selama melakukan perjalanan.


Sebagai langkah antisipasi, jika kita pernah meminjam suatu barang atau uang sebaiknya sebelum berangkat dikembalikan atau dilunasi terlebih dahulu. Jika belum memungkinkan, diamanahkan kepada orang yang akan melunasinya. Sampaikan pula amanat atau pesan yang kita terima kepada orang yang berhak menerimanya. Jangan lupa pamit kepada keluarga, kerabat dan teman-temannya. Hal ini selalu dilakukan oleh Rasulullah, sebagaimana tercantum dalam hadis: “Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanatmu dan penutup-penutup amal perbuatanmu”. (HR At-Turmudzi, disahihkan oleh Al-Albani).


Selanjutnya>>>


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA