Rabu, H / 24 Oktober 2018

Adab Muslimah Bertamu

Jumat 15 Jun 2018 08:00 WIB

Rep:Ida S. Widayanti/Ed:Ida S Widayanti

Saat Seorang Muslimah Bertamu

Foto: Ida SW

Oleh: Tadzkira Aishahani


Sebentar lagi Idul Fitri, saatnya banyak bersilaturahim. Seorang muslimah saat bertamu meski ke rumah saudara, kerabat atau juga teman dekat tak bisa sesuka hati. Tetap ada adab-adab yang perlu diperhatikan.

 

Ketika kita mengunjungi rumah sesorang, saat itulah posisi kita menjadi seorang tamu. Aa beberapa hal penting yang harus kita ketahui saat menjadi tamu.

 

Begitupun ketika kita mendapatkan undangan. Hendaknya undangan tersebut dipenuhi.

Ketika kita mendapat undangan, itu berarti sebuah kehormatan bagi kita untuk menghadirinya, karena orang yang mengundang kita itu mempercayai kita dan mengharapkan kehadiran kita. Seperti sabda Rasul yang berbunyi:

 

“Hak seorang Muslim terhadap Muslim lainnya ada enam, yaitu jika ia mengundangmu, maka datangilah …”

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan tersebut yaitu:

1.Meminta izin ketika hendak berkunjung

      Meminta Izin

Sebagai tamu hendaknya kita meminta izin sebelum berkunjung agar tuan rumah dapat mempersiapkan kunjungan. Sebab jika kedatangan kita secara tiba-tiba, bisa saja tuan rumah sedang tidak di rumah dan ada kegiatan lain di rumahnya. Dengan perangkat telepon seluler, saat ini lebih mudah untuk meminta ijin bertamu.

 

      Memilih waktu yang cocok. 

Ketika kita berkunjung ke rumah seseorang, bisa saja saat itu kondisinya kurang tepat, jadi harus memilih waktu yang tepat. Tidak seperti pagi-pagi saat sang tamu sedang mengurusi rumah atau mengantar anaknya sekolah, tidak juga saat larut malam saat waktunya istirahat bagi sang tuan rumah.

 

2.Memerhatikan adab berkunjung 

 

      Mengetuk pintu dengan lembut.

      Tidak berdiri menghadap pintu.

      Memulai dengan salam.

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya mengucapkan salam, terutama saat hendak berkunjung ke rumah seseorang. Namun jika sudah 3 kali salam (disertai jeda) namun tidak ada balasan, maka lebih baik mengunjungi di lain waktu.

      Tidak memata-matai penghuni rumah.

Ketika tidak ada balasana atau sahutan dari tuan rumah, maka sebaiknya kita tidak memata-matai penghuni rumah untuk memastikan bahwa ada penghuni atau tidak di dalam rumah tersebut.

      Memperkenalkan diri.

Jika kita sebagai orang baru, yang mungkin tuan rumahnya tidak kenal, kita harus memperkenalkan terlebih dahulu siapa kita, asal dan maksud kedatangan.

      Duduk dengan sopan di tempat yang dipersilahkan tuan rumah. 

Hendaknya sebagai tamu duduk saat telah dipersilahkan di tempat yang juga telah di persilahkan. Cara duduk seorang muslimah perlu diperhatikan yaitu posisi kedua belah kaki dirapatkan

      Tidak mengangkat suara dan tertawa keras. 

Saat berbincang dengan tuan rumah, tidak baik jika kita mengangat suara sehingga menggangu penghuni rumah lainnya yang ada di dalam. Kita tidak tahu kondisi di dalam rumah tersebut, apakah ada bayi atau orang yang sedang istirahat. Saat tertawa tidak terbahak-bahak berlebihan.

      Tidak membicarakan barang-barang di dalam rumah.

Saat masuk sebaiknya kita menjaga pandangan dan tidak juga membicarakan barang-barang yang ada di dalam rumah tersebut. Apalagi jika terdengar penghuni rumah, bisa saja membuat tersinggung.

      Tidak memperpanjang kunjungan tanpa sebab yang jelas.

      Meminta izin apabila hendak pulang dan tidak pulang kecuali setelah diizinkan.

      Memerhatikan adab makan ketika di jamu

      Tidak memberatkan tuan rumah 

Rasulullah bersabda:

“… Tidak halal baginya (tamu) berlama-lama di tempat kunjungannya sehingga memberatkan tuan rumah.”

Ketika urusan kita sudah selesai dengan tuan rumah, memang sebaiknya kita tidak perlu berlama-lama hingga memberatkan tuan rumah. Namun tidak apa-apa jika tuan rumah itu sendiri yang meminta kita untuk tetap di rumahnya untuk beberapa lama lagi.

 

3.Berterimakasih

      Hendaknya berterima kasih kepada tuan rumah atas penerimaan dan jamuan yang baik.

Rasulullah bersabda:

 “Barang siapa yang tidak bersyukur kepada manusia berarti ia tidak bersyukur kepada Allah.”

 

Jika kita sudah mengetahui seberapa penting tata karma dan sopan santun saat menjadi tamu. Sudah seharusnya adab-adab bertamu ini berlaku ketika kita berkunjung ke rumah seseorang. Meskipun memang berbeda ketika saat kita mengunjungi teman kerabat dan rumah saudara kita sendiri. Namun bukan berarti kita tidak memperhatikan adab kita saat menjadi tamu. Sampai bertemu di tulisan berikutnya yaitu tentang Adab Menerima Tamu.

 


(Sumber ESQ Magz Edisi 04/Th 1/Februari-April 2018)




Dapatkan Update Berita

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA