Rabu, H / 03 Juni 2020

80% Lulusan Universitas Bergengsi Tidak Bahagia

Selasa 08 Oct 2019 11:38 WIB

Author :Ida S. Widayanti

Universitas Yale adalah sebuah universitas swasta di New Haven, Connecticut. Yale adalah institusi pendidikan tinggi ketiga tertua di Amerika Serikat.

Foto: OYA School




Tahukah Anda bahwa 80% dari alumni universitas Yale di Amerika Serikat yang sangat prestisius karena kesempurnaan akademisnya sekaligus elitis itu, tidak merasa bahagia dengan hidup mereka.


ESQNews.id, JAKARTA - Hal itu disampaikan oleh salah seorang alumninya yaitu Adam Liepzig yang pernah menjadi Presiden National Geographic Film pada pidatonya di TedX Malibu yang berdurasi 19 menit.


Dalam video yang ditayangkan 2 April 2016, Adam mengisahkan  pengalamannya di malam terakhir reuninya di kampus Yale University ke 25.


“Ada pesta di tenda dengan tarian, dan musik, dan kebisingan. Begitu banyak keributan sehingga banyak dari kami mulai keluar dari tenda agar kami dapat mendengar satu sama lain berbicara dan bertemu dengan teman sekelas yang belum pernah kita lihat dalam lebih dari 2 dekade,” ujarnya.


Ketika ia berbicara dengan teman-temannya, ia memperoleh penemuan yang mengejutkan bahwa 80% dari mereka tidak bahagia dengan kehidupan mereka.




Sebagian dari teman-temannya mengatakan, "Saya merasa seolah-olah telah menyia-nyiakan hidup saya, dan saya setengah jalan melewatinya." Sebagian lagi mengatakan, "Aku tidak tahu apa hidupku sebenarnya."


Adam saat itu merasa mendapat hak istimewa bisa masuk ke Yale. Mereka dapat berdiri pada malam musim panas di tengah-tengah kampus Yale yang lama. Ia terhenyak mengetahui bahwa kebanyakan dari mereka merasa tidak bahagia.


“Orang-orang yang saya ajak bicara memiliki hak istimewa, berpendidikan tinggi, kaya secara finansial, dan dalam posisi kekuasaan. Dan mereka memiliki rumah pertama, dan rumah kedua, dan mereka memiliki pasangan pertama, dan pasangan kedua. Dan 80% dari mereka tidak bahagia dengan hidup mereka,” ujarnya merasakan sebuah ironi.


Siapa yang bahagia, 20% itu? Adam mengatakan, bahwa di Yale mereka telah mempelajari sastra dan retorika Renaissance. Mereka adalah orang-orang teater dan mempelajari sejarah Yunani. Mereka juga telah mempelajari bagaimana belajar menyenangkan, memiliki pekerjaan, dan kami menjalani hidup secara ekspansif, dengan naik turunnya kehidupan, dan mereka bukan orang yang suka membuang waktu.




“Dan ketika saya berbicara dengan 20%, yang lebih bahagia 20%, saya menemukan bahwa masing-masing dari mereka tahu sesuatu tentang tujuan hidup mereka,” urainya.


Menurut Adam itu bukanlah hal yang sulit? Intinya lebih banyak melakukan hal yang berarti untuk orang lain ketimbang untuk diri sendiri.


“Sebenarnya itu sangat sederhana, sehingga Anda dapat mempelajari tujuan hidup Anda sekarang. Anda akan mengetahui tujuan hidup Anda sekarang, dalam lima menit ke depan,” ujarnya.


Apakah Anda ingin mengetahui tujuan hidup Anda dalam lima menit ke depan? Ikuti tulisan berikut ini: Menemukan Tujuan Hidup dalam 5 Menit

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA